Senin, 08 Januari 2018

Selasa, 20 November 2012

Mengapa pengkabelan UTP harus mengikuti standar T568A atau T568B?

Mengapa pengkabelan UTP harus mengikuti standar T568A atau T568B?

nomer pin RJ45
Gambar dari wikipedia.com
Dulu, ketika pertama kali menerima informasi cara men-crimping kabel UTP dan RJ45 saya tidak pernah bertanya, kenapa kombinasi warnanya harus begitu? Sampai beberapa tahun setelahnya saya ikuti standar T568A dan T568B ketika membangun jaringan, sampai satu waktu ketika berkunjung ke warnet kawan, saya ikut membantu dalam pen-crimping-an beberapa kabel UTP, dengan sedikit mengernyitkan dahi dia bertanya sambil melihat cara saya men-crimping kabel, “ah nu penting mah ujung jeung ujung sarua!” begitu katanya dalam bahasa sunda yang arti dalam bahasa Indonesianya, “ah yang penting ujung (RJ45) dengan ujung lainnya sama (urutan warnanya)!”. Saat itu saya tidak punya argumen kuat selain, “kalo ikut standar meskipun kabelnya banyak nge-ceknya lebih mudah”. Sembari berfikir “betul juga ya (kesederhanaan pikiran kawan saya), ngapain ni standar harus diikutin!”.
T568A dan T568B
Standar pengkabelan UTP diatur oleh Electronics Industry Alliance/Telecommunication Industry Association (EIA/TIA)
Tibalah saat pekerjaan selanjutnya membangun jaringan, langsung saja crimping dengan susunan warna semau gue yang penting sama ujungnya. Setelah beres kabel pertama semuanya baik-baik saja IP DHCP dapet, ping bisa, internet lancar, akhirnya semua pengkabelan diseragamkan dan di rapihkan kedinding supaya tidak kelihatan. Hal selanjutnya adalah tes koneksi dengan ping dan lain-lain.
Ternyata eh ternyata, semua PC statusnya limited or no connectivity ditandai dengan icon segitiga kuning dan tanda seru (!) di tray pojok kanan bawah,
what?!! saya bertanya-tanya kenapa PC yang awal nyambung sedangkan PC ini dan lainnya bermasalah di koneksi?! Tes ulang pada kabel dengan cable tester pun dilakukan, hasilnya tidak ada gejala aneh semua lampu menyala berurutan dengan terang . Pengalamatan IP secara manual saya lakukan dan voila!! icon menunjukan Status: Connected, tapi ping ke IP gateway tetap tidak bisa dilakukan… Aarrrgghh!!!
network tray icon
Network Connection Icon
Setelah berkutat dengan masalah yang sama selama beberapa jam, saya putuskan untuk hari ini CUKUP dulu.
Terkadang kita harus mundur beberapa langkah supaya dapat melihat permasalahan secara keseluruhan. Seperti halnya melihat lukisan besar terlalu dekat, dengan mundur beberapa langkah kita baru mengerti gambaran utuhnya.
Dirumah, sambil menyeduh secangkir earl grey hangat dan bermain DoTA bersama adik, mencoba merunut kembali apa yang salah dengan pekerjaan tadi siang, karena logika dan ide yang telah dirumuskan bertentangan dengan kenyataan yang terjadi, seharusnya tidak ada masalah.

Revelation

Hingga pada permukaan cangkir terendah, sebuah kata muncul lengkap dengan gambaran detail dalam sepersekian detik (karena terjadi di alam pikiran) :p
Crosstalk, interferensi gelombang magnetik yang berasal dari sinyal listrik pada tiap kabel yang menghubungkan pin pada kabel UTP.
Mind Mapping: Unshielded Twisted Pair (UTP) → pasangan kabel berpilin yang tak-berpelindung → berpilin-twisted → metoda pilin digunakan untuk mematikan crosstalk yang muncul → dengan memilin kabel yang berpasangan gelombang magnetik dari satu pin kabel UTP akan dimatikan oleh gelombang magnetik kabel pasangannya.
Twisted Pair
Unshielded Twisted Pair
Jadi permasalahannya adalah Crosstalk, mengapa pada PC pertama tidak ada masalah koneksi? Karena crosstalk masih bisa ditoleransi (tidak mengganggu/interferensinya masih lemah) pada jarak tertentu.
FAKTA: PC awal terhubung dengan kabel sepanjang -+ 10 m dengan switch, sedangkan PC lainnya lebih dari 20 m.
Dengan kata lain PC awal masih mampu menghantarkan sinyal yang cukup jernih dengan interferensi yang masih bisa ditoleransi, sedangkan PC lainnya terhubung dengan kabel yang melampaui toleransi interferensi yang dapat di terima oleh sinyal, karena semakin jauh interferensi yang terjadi akan semakin besar dan akhirnya sinyal pun menjadi tidak berarti (baca: rusak).
Namun jika kabel dites dengan cable tester semua pin pasti menyala, yang harus diingat adalah cable tester hanya melakukan tes konduksi, apakah listrik dapat dihantarkan hingga ke ujung kabel, ia tidak dapat membedakan modulasi sinyal yang baik dengan yang sudah terkena gangguan.
Jarak maksimal kabel UTP dapat menghantarkan sinyal tanpa ada penurunan kualitas sinyal adalah 100 m.

Peta Masalah

Pada ethernet 10/100 Mbps dari 8 pin yang ada hanya pin 1-2-3-6 saja yang digunakan, masing-masing terdiri dari pasangan Transmit pin (Tx) dan Receive pin (Rx).
Pada konfigurasi warna semau gue, pin 1-2 akan saling mematikan crosstalk, namun pada pin 3 dan 6 crosstalk akan terjadi dan semakin menguat seiring dengan jarak tempuh sinyal, karena pasangan kabel mereka tidak menghantarkan sinyal untuk mematikan crosstalk.
UTP semau gue
Konfigurasi warna semau gue: Pasangan kabel pin 3 dan 6 tidak menghantarkan sinyal sehingga tidak meredam crosstalk yang terjadi

Solusi

Crimping ulang dengan standar T568A atau T568B, untuk kebutuhan kabel UTP straight gunakan standar yang sama pada kedua ujungnya baik T568A atau T568B (yang penting harus sama) dan untuk kabel UTP Cross gunakan standar T568A pada satu ujung dan T568B pada ujung yang lain.

Kesimpulan

  1. Standar diciptakan oleh para ahli dengan alasan yang kuat, dalam kasus ini baik T568A/B merupakan kombinasi pengkabelan terstruktur yang mampu menghindari interferensi crosstalk.
  2. Jika memang ingin mempertanyakan standar langsung kepada ahlinya, atau langsung ketika informasi tersebut kita dapatkan dan sumbernya masih dapat kita tanya.
  3. Kombinasi selain T568A atau T568B sangat mungkin dilakukan jika sudah mengerti rumusnya. Hanya gunakan 4 kabel dalam 2 pasang pilinan pada pin 1-2-3-6.
  4. Melakukan eksperimen terhadap sebuah ide yang telah mapan, memberikan kita pengalaman baru dan memperkuat pengetahuan yang telah kita miliki (jika jawabanya berhasil kita temukan, atau hanya buang-buang waktu).
  5. Filter lagi apa yang kawan anda katakan :-D
  6. Untuk konfigurasi kabel semau gue tetap bisa digunakan namun panjang kabel nantinya tidak bisa hingga 100m.
  7. Bermain game atau refreshing jauh dari rutinitas sangat dibutuhkan untuk mendapatkan solusi atau ide baru atau bahkan semangat baru -selama tidak berlebihan-.
  8. Jangan putus asa.

Bacaan lebih lanjut

[wikipedia] Standar pengkabelan terstruktur (structured cabling) digunakan secara internasional dan diumumkan oleh ISO/IEC, dan BICSI (Building Industry Consulting Service International) sebagai pengatur sertifikat dalam instalasi pengkabelan terstruktur, bersama dengan industri maju mereka memainkan peranan penting dalam mengembangkan dan merancang standar.
Beberapa standar pengkabelan lain :
  • TIA-526-7 Measurement of Optical Power Loss of Installed Single-Mode Fiber Cable Plant – OFSTP-7 – (February 2002)
  • TIA-526-14-A Optical Power Loss Measurements of Installed Multimode Fiber Cable Plant – OFSTP-14 – (August 1998)
  • ANSI/TIA/EIA-568-B.1 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements: General Requirements, May 2001.
  • Adenda ANSI/TIA/EIA-568-B.1-1-2001, Addendum 1, Minimum Curve Radius for 4 pair UTP and ScTP cable, July, 2001.
  • TIA/EIA-568-B.1-2 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 2 – Grounding and Bonding Requirements for Screened Balanced Twisted-Pair Horizontal Cabling – (February 2003)
  • TIA/EIA-568-B.1-3 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 3 – Supportable Distances and Channel Attenuation for Optical Fiber Applications by Fiber Type – (February 2003)
  • TIA/EIA-568-B.1-4 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 4 – Recognition of Category 6 and 850 nm Laser Optimized 50/125 μm Multimode Optical Fiber Cabling – (February 2003)
  • TIA/EIA-568-B.1-5 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 5 – Telecommunications Cabling for Telecommunications Enclosures – (March 2004)
  • TIA/EIA-568-B.1-7 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 1: General Requirements Addendum 7 – Guidelines for Maintaining Polarity Using Array Connectors – (January 2006)
  • TIA/EIA-568-B.2 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – (December 2003)
  • TIA/EIA-568-B.2-1 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 1 – Transmission Performance Specifications for 4-Pair 100 ohm Category 6 Cabling – (June 2002)
  • TIA/EIA-568-B.2-2 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 2 – Revision of Sub-clauses – (December 2001)
  • TIA/EIA-568-B.2-3 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 3 – Additional Considerations for Insertion Loss & Return Loss Pass/Fail Determination – (March 2002)
  • TIA/EIA-568-B.2-4 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 4 – Solderless Connection Reliability Requirements for Copper Connecting Hardware – (June 2002)
  • TIA/EIA-568-B.2-5 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 5 – Corrections to TIA/EIA-568-B.2 – (January 2003)
  • TIA/EIA-568-B.2-6 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 6 – Category 6 Related Component Test Procedures – (December 2003)
  • TIA/EIA-568-B.2-11 Commercial Building Telecommunications Cabling Standard Part 2: Balanced Twisted-Pair Cabling Components – Addendum 11 – Specification of 4-Pair UTP and SCTP Cabling – (December 2005)
  • TIA/EIA-568-3 Optical Fiber Cabling Components Standard – (April 2002)
  • TIA/EIA-568-3.1 Optical Fiber Cabling Components Standard – Addendum 1 – Additional Transmission Performance Specifications for 50/125 μm Optical Fiber Cables – (April 2002)
  • TIA-569-B Commercial Building Standard for Telecommunications Pathways and Spaces – (October 2004)
  • TIA-598-C Optical Fiber Cable Color Coding – (January 2005)
  • TIA/EIA-606-A Administration Standard for Commercial Telecommunications Infrastructure – (May 2002)
  • J-STD-607-A Commercial Building Grounding (Earthing) and Bonding Requirements for Telecommunications – (October 2002)
  • TIA-758-A Customer-owned Outside Plan

sumber :
http://muslimpribadi.wordpress.com

Selasa, 02 Oktober 2012

Sabtu, 07 Juli 2012

Cara Menggunakan Table di Word 2007

Cara Membuat Tabel di Word 2007

    Ada beberapa cara untuk membuat tabel di Word 2007:
  • Menggunakan template
    1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table, arahkan ke Quick Tables, dan kemudian klik template yang diinginkan.
    2. Ganti data pada template.

  • Menggunakan menu Table
    1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table.
    2. Di bagian Insert Table, geser mouse untuk memilih jumlah baris dan kolom.
      Insert Table

  • Menggunakan perintah Insert Table
    1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table, dan kemudian klik Insert Table untuk memunculkan kotak dialog.
    2. Di bagian Table size, masukkan jumlah baris dan kolom.
    3. Di bagian AutoFit behavior, buat pilihan untuk menyesuaikan ukuran tabel.

  • Menggambar tabel
    1. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table, dan kemudian klik Draw Table.
    2. Pointer akan berubah menjadi pensil.
    3. Buat kotak persegi. Kemudian buat garis kolom dan baris di dalamnya.
    4. Untuk menghapus garis, pada Table Tools, Design tab, Draw Borders grup, klik Eraser.
    5. Klik garis yang ingin dihapus.

Cara Menambah Baris dan Kolom pada Tabel

  1. Klik pada sel yang ingin ditambahkan baris atau kolom.
  2. Pada Table Tools, di Layout tab, Rows & Columns grup, pilih:
      Rows & Colums Group
    • Insert Above, untuk menyisipkan baris baru di sebelah atas sel.
    • Insert Below, untuk menyisipkan baris baru di sebelah bawah sel.
    • Insert Left, untuk menyisipkan kolom baru di sebelah kiri sel.
    • Insert Right , untuk menyisipkan kolom baru di sebelah kanan sel.
  3. Tip: kita juga bisa menggunakan klik kanan pada sel untuk menampilkan pilihan di atas.

Cara Menghapus Sel, Baris, Kolom atau Tabel

  1. Pada Table Tools, di Layout tab, Rows & Columns grup, klik Delete.
    Delete Table
  2. Tentukan pilihan, apakah akan menghapus sel, kolom, baris atau tabel.

Cara Menggabungkan dan Membagi Sel pada Tabel

  • Menggabungkan sel
    1. Pilih sel-sel yang akan digabungkan.
    2. Pada Table Tools, Layout tab, Merge grup, klik Merge Cells.
  • Membagi sel
    1. Klik sebuah atau beberapa sel yang akan dibagi.
    2. Pada Table Tools, Layout tab, Merge grup, klik Split Cells.
    3. Masukkan jumlah kolom atau baris yang ingin dibagi.
    4. Centang kotak merge cells before split, apabila sel yang ingin dibagi lebih dari satu.
      Misalnya, ada 2 sel yang akan dibagi menjadi 4. Bila kotak ini dicentang maka sel akan digabung dahulu baru kemudian dibagi. Sebaliknya bila kotak ini tidak dicentang, maka masing-masing sel akan dibagi 4 sehingga jumlah sel baru adalah 8.

Cara Format Tabel

  • Menggunakan Table Styles
    1. Klik tabel yang ingin diformat.
    2. Pada Table Tools, klik Design tab.
    3. Di Table Styles grup, tempatkan kursor di setiap style untuk melihat tampilan tabel.
      Table Styles
    4. Klik style yang ingin digunakan.
    5. Di bagian Table Style Options grup, centang kotak elemen tabel yang ingin digunakan, seperti Header Row, Total Row, dan lain-lain.

  • Membuat dan Menghapus Garis Pembatas
    • Membuat Garis Pembatas
      1. Klik tabel atau bagian tabel yang ingin diberi garis pembatas.
      2. Pada Table Tools, klik Design tab.
      3. Di bagian Table Styles grup, klik tanda panah pada Borders, dan pilih bentuk garis pembatas yang disediakan. Atau klik Borders and Shading, dan pada Borders tab, pilih bentuk garis pembatas yang diinginkan.
        Borders

    • Menghapus Garis Pembatas
      1. Klik tabel atau bagian tabel yang ingin dihapus garis pembatasnya.
      2. Pada Table Tools, klik Design tab.
      3. Di bagian Table Styles grup, klik tanda panah pada Borders, dan klik No Border untuk menghapus pembatas tabel.
      4. Untuk menghapus bagian tertentu saja, klik tanda panah pada Borders, dan kemudian klik Borders and Shading. Pada Borders tab, di bagian preview, klik garis yang ingin dihilangkan.

Cara Mengatur Pemisahan Baris dalam Tabel

  • Mencegah pemisahan isi baris dalam tabel
    Microsoft Word akan secara otomatis memisahkan isi baris tabel yang panjang ke halaman berikutnya bila baris tersebut terletak di akhir halaman. Untuk membuat isi baris yang panjang ini tidak terpisah dan ditempatkan semuanya di halaman selanjutnya, gunakan cara berikut:
    1. Klik pada tabel.
    2. Pada Table Tools, klik Layout tab.
    3. Di Table grup, klik Properties, dan pilih Row tab.
    4. Hilangkan pilihan pada kotak Allow row to break across pages dan klik OK.

  • Memisahkan tabel ke halaman selanjutnya pada baris tertentu
    1. Klik pada baris yang ingin ditempatkan di halaman berikutnya.
    2. Tekan CTRL+ENTER. Cara ini disebut juga page break manual.

Cara Membuat Table Heading Berulang Pada Setiap Halaman

  1. Pilih baris heading (harus termasuk baris pertama pada tabel).
  2. Pada Table Tools, Layout tab, Data grup, klik Repeat Header Rows.
    Catatan: Table heading berulang hanya ada di print layout view atau ketika Anda mencetak dokumen tersebut. Table heading berulang tidak akan muncul bila Anda melakukan page break manual (CTRL + ENTER) dalam tabel.
  3. Untuk menghilangkan table heading berulang: klik pada heading table di halaman pertama. Pada Table Tools, Layout tab, Data grup, klik Repeat Header Rows.

Mengurutkan Data pada Tabel

  1. Klik pada tabel.
  2. Pada Table Tools, Layout tab, Data group, klik Sort.
  3. Pada kotak dialog Sort, pilih kolom atau header kolom yang dijadikan sebagai dasar pengurutan.

Memberi Penomoran Pada Sel di Tabel

  1. Pilih sel pada tabel yang akan diberi nomor.
    Tip: Untuk memberi nomor pada setiap baris, klik pada kolom pertama.
  2. Pada Home tab, Paragraph grup, klik Numbering.

Cara Mengubah Kumpulan Teks Menjadi Tabel dan Sebaliknya

  • Mengubah Kumpulan Teks Menjadi Tabel
    1. Masukkan tanda pemisah seperti koma dan tabs untuk menentukan dimana kumpulan teks ini akan dibagi menjadi kolom. Gunakan paragraf untuk menandai baris baru.
    2. Pilih kumpulan teks yang akan diubah ke bentuk tabel.
      Misalnya, kumpulan teks di bawah ini yang terdiri dari 2 paragraf akan diubah ke bentuk tabel. Pemisahnya berupa koma.
      kumpulan paragraf
    3. Pada Insert tab, Tables grup, klik Table, dan kemudian klik Convert Text to Table untuk menampilkan kotak dialog. Pengaturannya seperti di gambar berikut ini.
      Convert Text to Table
    4. Klik OK dan kumpulan teks akan menjadi seperti gambar berikut ini.
      Text to Table
  • Mengubah Tabel Menjadi Kumpulan Teks
    1. Pilih kumpulan baris atau tabel yang akan diubah menjadi paragraf.
    2. Pada Table Tools, Layout tab, Data grup, klik Convert to Text.
    3. Di bagian Separate text at, pilih tanda pemisah kolom yang akan digunakan. Untuk baris akan dipisahkan menjadi paragraf.

Tutorial lain mengenai tabel: Cara Mudah dan Cepat Memilih Kolom yang Panjang pada Table - Word 2003/2007.


sumber :
http://computer1001.blogspot.com/2009/02/cara-menggunakan-table-di-word-2007.html

 

Jumat, 10 Februari 2012

mencari broadcast

untuk mengetahui kelas-kelas IP disini tempatnya
cara mencari broadcast dengan bilangan biner...silahkan unduh disini....

Senin, 30 Januari 2012

cara menghitung IP subnetmask

Case 1 : 192.168.10.30/26
1. 32 – 26 = 6
Angka 32 didapat dari total bit untuk IPV4, sedangkan 26 merupkan prefix pada soal diatas.
(IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit)
2. 2­­­6 = 64
Angka 2 merupakan angka default, sedangkan angka 6 merupakan hasil pengurangan yang didapat dari point no. 1
3. Akan didapat net id = 0, 64, 128, 192
Kelipatan 64 ini didapat dari point no. 2
4. Akan didapat broadcast id = 63, 127, 191, 255
Untuk broadcast pun sama, merujuk pada point no. 2, jadi menggunakan kelipatan 64.
5. 30 berada pada range 0 dan 63
Angka 0 didapat dari point no.3 sedangkan angka 63 didapat dari point no.4
6. Untuk subnet mask, cukup dengan 256 – 64 = 192
Angka 256 didapat dari jumlah maksimum tiap oktet, yaitu 2­­­8 = 256, sedangkan angka 64 merupakan angka
yang didapat pada point no. 2
7. Sehingga didapat
Network id = 192.168.10.0
Broadcast id = 192.168.10.63
Range ip = 192.168.10.1 – 192.168.10.62
Subnet mask = 255.255.255.192
Berikut satu contoh case lagi
Case 2 : 200.208.100.150/25
1. 32-25 = 7
2. 27 = 128
3. Akan didapat net id = 0 dan 128
4. Akan didapat broadcast id = 127 dan 255
5. 150 berada pada range 128 dan 255
6. Untuk subnet mask, cukup dengan 256 – 128 = 128
7. Sehingga didapat
Network id = 200.208.100.128
Broadcast id = 200.208.100.255
Range ip = 200.208.100.129 – 200.208.100.254
Subnet mask = 255.255.255.128

Minggu, 29 Januari 2012

Selasa, 17 Januari 2012

install windows xp

untuk pelajaran install windows xp silahkan unduh...disini

Minggu, 15 Januari 2012

Perintah dasar DOS

MATERI BAHAN AJAR TEXT

pengertian Directory: adalah struktur hirarki yang digunakan untuk membuat file terlihat lebih rapih, sehingga mudah diakses. biasa disebut juga dengan Folder.
(sumber...http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081016010105AAgB20B)

perintah-perintah DOS:


sumber diambil dari:

http://www.klik-kanan.com/pemula/perintahdos.shtml
http://www.vitanouva.net/index.php?topic=1731.0
http://gery-casakom.blogspot.com/2010/05/tutorial-sistem-operasi-ms-dos.html


CD..(ENTER)
CD…=PERINTAH INTERNAL YANG BERARTI CHANGE DIREKTORY…
Pindah DIREKTORY
contoh : cd windows, untuk pindah ke directory windows

DIR..(ENTER)
DIR..=PERINTAH INTERNAL UNTUK MELIHAT ISI DIREKTORY/FOLDER
Menampilkan file dan directory
dir /p Menampilkan file dan directory per PAGE
Perintah ini sangat berguna bila terdapat file dan directory yang banyak.
dir /w Menampilkan file dan directory secara "singkat" (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)

C:\>….…ARTINYA KOMPUTER AKTIF DI DRIVE C

C:\>D: (ENTER)
D:\>..KOMPUTER AKTIF DI DRIVE D
D:\> DIR (ENTER)
D:\>DIR/P (ENTER)….MENAMPILKAN ISI DIREKTORY
SECARA PER HALAMAN MONITOR (DIR/P….TAMPILKAN SETIAP PAGE)
CD TAHTA (ENTER)……PERINTAH UNTUK MASUK KEDALAM
DIREKTORY TAHTA…SHG MENJADI D:\TAHTA>

CD..
MD …….= perintah untuk membuat directory (MD = Make directory)
CONTOH:
MD ANANDA…..= perintah untuk membuat directory ANANDA

RD ……= perintah internal untuk menghapus directory
RD ANANDA…= perintah internal untuk menghapus directory ANANDA

REN …..= Mengganti nama file
CONTOH:
REN ANANDA ANDI….perintah internal mengubah folder ANANDA menjadi ANDI
REN perkenalan.txt datasaya.txt….mengubah file perkenalan.txt menjadi datasaya.txt

copy ……….= Meng-copy file
CONTOH:
D:\jono>copy datasaya.txt d:\junu\datasaya.txt…..=copy file datasaya.txt yang ada
Di drive D dalam folder jono dicopy kedalam drive D dalam folder junu
D:\jono>copy datasaya.txt datasaya1.txt ….meng-copy datasaya.txt, nama file hasil copy-an adalah datasaya1.txt. Jadi akan terdapat datasaya.txt dan datasaya1.txt dengan isi yang sama. Ganti datasaya.txt dan datasaya1.txt dengan nama file yang akan Anda copy

CLS …….Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor

DEL …….Perintah internal. Untuk menghapus file
Contoh:
D:\jono>del datasaya.txt (enter)
D:\jono>dir (enter)….perhatikan file datasaya.txt masih ada ataukah tidak

ATTRIB…. Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
Contoh :
Melihat attribut file/folder
D:\junu> attrib dataku.txt (enter)
Akan tampil : D:\junu\dataku.txt
Mengubah attribut file/folder
Contoh:
Mengubah atribut file dataku.txt menjadi hidden
D:\junu\attrib +h dataku.txt
Mengaktifkan atribut hidden sekaligus atribut system pada file dataku.TXT
D:\junu\attrib +h +s dataku.txt
Menonaktifkan attribut hidden, read-only dan system pada semua file dalam direktori aktif (current directory). Kombinasi atribut ini dapat digunakan untuk memunculkan kembali file-file yang 'disembunyikan', misalnya sebagai dampak infeksi virus ke komputer:
contoh:
d:\junu>ATTRIB -h -r -s *.*

Rabu, 25 Mei 2011

FORM LEMBAR BELAKANG IJASAH SMK 2011

ingin melihat form belakang ijasah...tengok alamat ini
disini

pedoman penulisan ijasah

PEDOMAN PENULISAN IJASAH
silahkan kunjungi di disini

Senin, 11 April 2011

tugas april 2011 kelas XI


Isi blog dengan artikel yang berisi Tutorial Ms. Acess 2007

Kamis, 10 Maret 2011

tugas kelas X


Jawaban di tulis di blog masing masing
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan POP3 dan Web Based Email

2. Sebutkan perbedaan dari POP3 dan Web Based Email
3. Sebutkan manfaat dari Email (minimal 5)
4. Jelaskan manfaat fasilitas email
4a. Inbox
4b. Check Email
4c. Compose
4d. Folders
4e. Adress Book
4f. Reply
4g. Forward
4h. Attachment
4i. Trash
4j. Option/configuration
4k. Signature
5. Apa yang dimaksud dengan MILIS,dan apa keuntungannya jika dibanding dengan E-mail biasa
6. Buat langkah-langkah membuat MILIS

Senin, 07 Maret 2011

tugas kelas XI


1. buat powerpoint yang berisi mengaktifkan Ms. Aceess

sampai membuat tabel seperti contoh di blog ini

2. isi blog 25 artikel (15 artikel sesuai jurusan, 5 artikel pengetahuan umum, 5 artikel hoby)

3. setiap siswa buat link ke blog pak wisnu

4. buat jumlah pengunjung (counter)

tugas kelas XI


buat powerpoint yang berisimengaktifkan Ms. Aceess

sampai membuat tabel seperti contoh di blog ini

Jumat, 25 Februari 2011

Rabu, 16 Februari 2011

Fungsi blogger untuk pendidikan



Diantaranya adalah :
1. blog menjadi sarana publikasi tulisan yang termudah sekaligus strategis. Kita sudah pada tahu, salah satu masalah utama yang dialami kebanyakan penulis-terlebih lagi penulis pemula-adalah soal wadah publikasi. Media massa umum seperti koran, tabloid, majalah, jurnal, sering kali terbatas ruangnya dan mematok standar kualitas tulisan tertentu. Setiap hari, ribuan tulisan masuk ke meja redaksi berbagai media massa, tapi hanya sedikit saja yang bisa dimuat.

Nah, selain sejumlah website yang menerima kontribusi tulisan dari luar, blog bisa jadi solusi bagi tulisan-tulisan yang tidak tertampung itu. Manakala tulisan ditampilkan di blog, aslinya tulisan itu sudah punya “nyawa” dan mendatangkan pengaruh. Hanya tulisan yang dipublikasikan saja yang punya nyawa dan pengaruh kepada pembacanya. Blog bisa menjadi alat untuk menghidupkan tulisan kita.

Lalu, apa strategisnya memublikasikan tulisan di blog?


Nilai strategisnya sedikit berbeda dengan media offline macam surat kabar. Tulisan yang dimuat di surat kabar belum tentu bisa diakses melalui internet, kalau surat kabar tersebut tidak online. Tulisan di blog jelas online, dan pada tingkatan tertentu, tulisan tersebut mudah diakses melalui search engine. Jejak di search engine inilah yang punya nilai startegis.

2. tulisan di blog mudah sekali dikomentari dan feedback ini banyak manfaatnya. Asal menu komentar tidak ditutup, maka siapa pun yang membaca tulisan kita bisa berkomentar apa saja di sana. Memang, untuk blog yang aktif serta sering dikunjungi, komentar mudah sekali didapat dan jumlahnya bisa banyak sekali. Sementara, blog yang kurang aktif, jarang ditaut (di-link), dan jarang dikunjungi biasanya juga tidak banyak komentarnya.

Banyak orang belum sepenuhnya aware dengan peran komentar atau feedback tulisan ini. Bagi penulis, komentar atas tulisan sungguh merupakan alat uji bagi tulisan itu sendiri. Positif atau negatif komentarnya, itu semua bisa menjadi bahan perbaikan tulisan atau bagian dari proses pembelajaran penulisnya. Bahkan, banyak sekali ide-ide baru yang bisa dielaborasi dan dieksplorasi dari lalu lintas komentar tersebut.

3. blog bisa menjadi alat penumbuh kebiasaan dan keteraturan menulis. Bagaimanapun, setelah punya blog biasanya kita akan terdorong untuk terus mengisinya dengan berbagai bentuk tulisan. Terlebih bila tulisan-tulisan kita mendapatkan sambutan atau aneka komentar dari para pengunjung. Ini akan memotivasi kita untuk rajin mem-posting tulisan. Bagi mereka yang sedang belajar menulis, komentar atau tanggapan blogger (penulis blog) lain ini akan sangat besar artinya.

Khusus untuk para blogger yang sudah memiliki jaringan luas serta setiap tulisannnya dinantikan, pastilah ada semacam dorongan untuk terus mengisi blog-nya. Tulisan-tulisan terbaru para blogger yang sudah cukup bergaung namanya atau terkenal biasanya juga selalu dinantikan. Bila mereka mulai mengendor atau jarang meng-update blog, pasti ada keluhan dari para pengunjung setia. Jika ini keterusan, pengunjung bisa menurun dan akan kurang menguntungkan si blogger.

4. menulis di blog secara rutin juga berdampak pada kemampuan kita dalam menuangkan gagasan. Makin sering menulis di blog, rasanya akan semakin mudah pula mengeluarkan ide-ide dalam bentuk tulisan. Ini sama persis dengan kegiatan menulis diari sehari-hari. Semakin sering kita mengisi diari, semakin mudah dan lancar pula kita menulis.

5. blog bisa menjadi ajang ekspresi yang bebas hambatan sama sekali. Ini memungkinkan tulisan-tulisan yang dalam kacamata umum mungkin dianggap kurang pantas, terlalu absurd, atau melanggar aturan-aturan tertentu, di blog malah mendapatkan saluran seluas-luasnya. Blog bisa menjadi saluran gagasan-gagasan alternatif, bahkan yang paling ekstrim sekalipun. Ini yang tidak mungkin diwadahi oleh media konvensional.

Sifat blog yang bisa diisi oleh siapa pun, dengan jenis tulisan apa pun, serta dengan segala tingkatan kemampuan menulis, membuatnya menjadi ajang ekspresi intelektual yang sangat konstruktif. Sumirnya batas-batas tersebut (karena penulis sendirilah yang menetapkan batasannya) bisa merangsang blogger menuliskan apa saja serta menambahkan keberanian dalam berekspresi. Nah, sisi keberanian berekspresi inilah yang bisa mendongkrak kemampuan menulis seseorang.

6. blog adalah tempat kita untuk menabung tulisan. Satu demi satu kita isi blogblog kita akan penuh juga. Bagus sekali bila mayoritas tulisan yang kita tampilkan di blog adalah karya sendiri. Terlebih bila blog dengan beragam tulisan, maka lama kelamaan memang kita jadikan sebagai sarana untuk berlatih menulis dan menampung tulisan-tulisan karya sendiri.

Pada saatnya nanti, tulisan-tulisan di blog bisa kita oleh menjadi karya lainnya, buku misalnya. Kalau tulisan sudah terkumpul dan temanya memiliki benang merah tertentu, serta dari sisi kualitas memang memenuhi syarat untuk dibukukan, mengapa tidak dibukukan? Potensi inilah yang tampaknya belum banyak dilirik oleh para blogger. Saya termasuk yang sedang mendorong-dorong para blogger supaya ngeh dengan potensi blog untuk dibukukan.

7. blog bisa berfungsi sebagai media personal branding. Blog bisa menjadi ajang unjuk ide, pikiran, karya, tulisan, serta pencitraan. Lima tahun yang lalu mungkin Anda tidak mengenal siapa itu Enda Nasution, Priyadi, Fatih Syuhud, Jennie S. Bev, dan para blogger kenamaan saat ini. Kalaupun sudah mengenalnya, mungkin hanya sayup-sayup belaka. Tapi, berkat kiprah mereka di dunia maya melalui blog, mereka kini dikenal menjadi orang-orang beken di dunia blog Tanah Air. Itu artinya, mereka berhasil membangun merek diri melalui blog. Tinggal pemanfaatan ekuitas mereknya saja akan seperti apa nantinya.

Blog bisa membuat seorang penulis yang “bukan siapa-siapa” menjadi penulis yang bisa “dikenal oleh siapa saja”. Interkoneksi antara blog dengan mesin pencari dan kebutuhan akan data oleh pengguna internet, ternyata telah menciptakan situasi kesalingterhubungan alias saling kenal. Terpaut dengan segala aktivitas maya lainnya, maka situasi itulah yang akhirnya bisa memupuk brand seseorang.
sumber : http://choqiegambang.blogspot.com/2009/10/fungsi-blogger-untuk-pendidikan.html

Kamis, 29 Juli 2010

materi text

MATERI BAHAN AJAR TEXT

pengertian Directory: adalah struktur hirarki yang digunakan untuk membuat file terlihat lebih rapih, sehingga mudah diakses. biasa disebut juga dengan Folder.
(sumber...http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081016010105AAgB20B)

perintah-perintah DOS:


sumber diambil dari:

http://www.klik-kanan.com/pemula/perintahdos.shtml
http://www.vitanouva.net/index.php?topic=1731.0
http://gery-casakom.blogspot.com/2010/05/tutorial-sistem-operasi-ms-dos.html


CD..(ENTER)
CD…=PERINTAH INTERNAL YANG BERARTI CHANGE DIREKTORY…
Pindah DIREKTORY
contoh : cd windows, untuk pindah ke directory windows

DIR..(ENTER)
DIR..=PERINTAH INTERNAL UNTUK MELIHAT ISI DIREKTORY/FOLDER
Menampilkan file dan directory
dir /p Menampilkan file dan directory per PAGE
Perintah ini sangat berguna bila terdapat file dan directory yang banyak.
dir /w Menampilkan file dan directory secara "singkat" (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)

C:\>….…ARTINYA KOMPUTER AKTIF DI DRIVE C

C:\>D: (ENTER)
D:\>..KOMPUTER AKTIF DI DRIVE D
D:\> DIR (ENTER)
D:\>DIR/P (ENTER)….MENAMPILKAN ISI DIREKTORY
SECARA PER HALAMAN MONITOR (DIR/P….TAMPILKAN SETIAP PAGE)
CD TAHTA (ENTER)……PERINTAH UNTUK MASUK KEDALAM
DIREKTORY TAHTA…SHG MENJADI D:\TAHTA>

CD..
MD …….= perintah untuk membuat directory (MD = Make directory)
CONTOH:
MD ANANDA…..= perintah untuk membuat directory ANANDA

RD ……= perintah internal untuk menghapus directory
RD ANANDA…= perintah internal untuk menghapus directory ANANDA

REN …..= Mengganti nama file
CONTOH:
REN ANANDA ANDI….perintah internal mengubah folder ANANDA menjadi ANDI
REN perkenalan.txt datasaya.txt….mengubah file perkenalan.txt menjadi datasaya.txt

copy ……….= Meng-copy file
CONTOH:
D:\jono>copy datasaya.txt d:\junu\datasaya.txt…..=copy file datasaya.txt yang ada
Di drive D dalam folder jono dicopy kedalam drive D dalam folder junu
D:\jono>copy datasaya.txt datasaya1.txt ….meng-copy datasaya.txt, nama file hasil copy-an adalah datasaya1.txt. Jadi akan terdapat datasaya.txt dan datasaya1.txt dengan isi yang sama. Ganti datasaya.txt dan datasaya1.txt dengan nama file yang akan Anda copy

CLS …….Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor

DEL …….Perintah internal. Untuk menghapus file
Contoh:
D:\jono>del datasaya.txt (enter)
D:\jono>dir (enter)….perhatikan file datasaya.txt masih ada ataukah tidak

ATTRIB…. Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
Contoh :
Melihat attribut file/folder
D:\junu> attrib dataku.txt (enter)
Akan tampil : D:\junu\dataku.txt
Mengubah attribut file/folder
Contoh:
Mengubah atribut file dataku.txt menjadi hidden
D:\junu\attrib +h dataku.txt
Mengaktifkan atribut hidden sekaligus atribut system pada file dataku.TXT
D:\junu\attrib +h +s dataku.txt
Menonaktifkan attribut hidden, read-only dan system pada semua file dalam direktori aktif (current directory). Kombinasi atribut ini dapat digunakan untuk memunculkan kembali file-file yang 'disembunyikan', misalnya sebagai dampak infeksi virus ke komputer:
contoh:
d:\junu>ATTRIB -h -r -s *.*

Senin, 09 November 2009